Yaumul Qur'an Etos Semarang 1437 H


Yaumul Qur'an Etos Semarang 1437 H


Al-Qur’an merupakan ilmu yang paling mulia dan sumber petunjuk kehidupan dunia maupun akhirat yang wajib dibaca, direnungi, dimalkan dan diajarkan

Semarang (21/6)-Etos Semarang, Alhamdulillah telah dilaksanakan agenda tahunan etos semarang yaitu Yaumul Qur’an pada malam ke17 Ramadhan ini. Agenda ini disambut antusias para etoser sembari menyambut libur akhir semester dan lebaran mereka di kampung halaman. Kegiatan ini dilaksanakan di Gunung Pati, Kab. Semarang tepatnya di Pesantren Qur’an Bina Ihsan. Persiapan dan kumpul dilaksanakan pukul 14.00 WIB pada hari Selasa dilanjutkan perjalanan yang kurang lebih satu jam lamanya, hingga akhirnya sampai di Gunung Pati pukul 16.00 WIB. Sebelum agenda dimulai, terlebih dahulu etoser melaksanakan shalat Ashar berjamaah. Agenda dibuka oleh Azhar Kanzu Arasy (2015) sebagai MC dan tilwah oleh Muhammad Ashar (2014). Setelah MC menyampaikan susunan acara, kemudian sambutan disampaikan oleh Tantri Widodo selaku perwakilan dari manajemen Etos Semarang. Taujih yang merupakan inti acara disampaikan oleh Bagus Filian (2012).

Keutamaan Al-Qur’an menjadi tema yang menarik pada kajian sore ini. Beliau menyampaikan bahwa ketika kita merelakan waktu kita untuk membaca Al-Qur’an sungguh itu sangatlah mulia di sisi Allah. Membaca setiap huruf dalam Al-Qur’an sunggu mendapat satu pahala yang pada bulan Ramdhan ini akan dilipat gandakan 10x lipat. Allah sungguh mencintai hamba-Nya yang membaca Al-Qur’an sehingga bagi siapa yang membacanya sehingga ia lupa untuk berdoa maka Allah akan memberikan kebaikan yang lebih utama. Pahala membaca Al-Qur’an akan bermanfaat selamanya dari pada kebahagiaan semu yang kita dapat di dunia. Sebuah hadis mengibaratkan hal ini dengan menyebutkan bahwa satu ayat Al-Qur’an lebih baik dari pada sepasang unta jantan dan betina. Keutamaan orang yang mahir membaca Al-Qur’an diantarnya akan bersama dengan malaikat dan bagi orang yang terbata-bata bacaannya maka ia akan mendapat dua pahala, satu pahala karena membaca dan satu pahala karena kesabarannya belajar. Jika dalam Islam hukum iri adalah haram, yang dimaksud adalah menuju hasad, namun ada iri yang diperbolehkan yaitu iri pada orang selalu membaca Al-Qur’an dan pada orang kaya dengan niat ingin menyedekahkan hartanya.

Yaumul Qur'an Etos Semarang 1437 H


Waktu buka telah tiba, saatnya etoser menikmati konsumsi yang telah disiapkan pendamping dan manajemen. Rentang waktu makan ini menjadi saat berharga tersendiri yang mempererat ukhuwah mereka. Setelah makan selesai, agenda dilanjutkan pada shalat Maghrib, salah Isya’ dan tarawih berjamaah. Tilawah Al-Qur’an menjadi penutup agenda pada hari ini.

Semarang (22/6), kegiatan tahunan Etos Semarang masih berlanjut dengan diawali Qiyamul Lial di dini hari yang penuh khusuk dan insyaallah berkah. Sahur bersama mengawali Ramadhan hari ke18 para Etoser terasa penuh syukur karena kebersamaan mengubah kesederhanaan menjadi kebahagiaan. Membaca Al-Ma’tsurat menjadi rutinitas pagi yang tidak tertinggal selepas melaksankan shalat subuh. Melanjutkan agenda, dilaksanakan setor hafalan yaitu setengah juz 30 kepada pendamping yang wajib dilaksakan. Lainnya, tilawah 5 juz Al-Qur’an harus selesai dilaksakan sebelum shalat maghrib sore ini.

“Tugas kita di dunia ini adalah membahagiakan orang lain, maka terlebih dahulu kita harus bahagia”

Kajian pagi hari ini diisi oleh Pak Faris Fanani selaku Korwil Etos Semarang  sekaligus penyampaian sambutan yang dipandu oleh Ardy Cahyo Nugroho (2015) selaku MC. Agenda tahunan ini diadakan oleh manajemen dengan maksud agar Etoser lebih mencintai Al-Qur’an dan dapat mengamalkannya dalam kebaikan. Terkadang untuk mengawali hal baik itu harus dimulai dengan paksaan, kata beliau. Kajian yang disampaikan berdasarkan pada Q.S. Al-Baqarah ayat 185, dimana disampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an dan segala amalan wajib untuk berpuasa. Orang yang membaca Al-Qur’an dapat digolongkan dalam kemampuan membaca yang sangat pelan (untuk mengajar pemula), tartil (pelan), takwir (cepat), dan hadr (sangat cepat). Hal yang harus dilakukan dalam mengkaji Al-Qur’an, yaitu dengan membaca, merenungi, menghafal, mengamalkan, dan mengajarkan. Mengamalkan Al-Qur’an dalam kebaikan harus selalu didasari dengan kesabaran, sabar diantaranya untuk menjaga ketaatan, menjaga diri dari maksiat, dan menghadapi musibah. Kemudahan akan Allah berikan ketika kita membaca Al-Qur’an. Menjadi manusia yang lebih baik dapat dibina dengan berada pada lingkungan yang baik dan kehadiran kita dalam lingkungan harusnya dapat menaikkan derajat lingkungan tersebut dengan kebaikan.

Yaumul QUR'AN Etos Semarang 1437 H
Sebelum penutupan acara, ada sesi pisah-sambut pendamping asrama dan sambutan yang disampaikan oleh para pendamping. Dimulai dengan sambutan dari Tantri Widodo selaku pendamping yang telah selesai mengemban amanah, beliau juga merupakan Etoser 2011, dari pendamping akhwat disampikan oleh Setyowati yang juga merupakan Etoser 2010. Sambutan dari pendamping baru terlebih dahulu disampaikan oleh Sayyida Saida Syarifa (2012) kemudian Euis Maryah Syahidah dan ditutup oleh Bagus Filian (2012). Sesi pisah sambut ini menjadi gambaran pisah raga yang namun insyaallah bukan menjadi pisah jiwa. Semoga Etos Semarang menjadi lebih baik dengan para pendamping luar biasa. Penutupan dipandu oleh Makhrul Hamdi (2015) dengan pembacaan doa kemudian agenda Yaumul Qur’an ini akhirnya disudahi dengan sesi foto bersama dan pengambilan video singkat ucapan hari raya bersama manajemen.


Sekian kilas agenda tahunan Etos Semarang Yaumul Qur’an, semoga menginspirasi dan bermanfaat.


Author : Ika Shintya, Penerima Manfaat Beastudi Etos Semarang 2015
Share on Google Plus

About Etos Semarang

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: