PEMBINAAN ETOSER 2015 Ed. APRIL : INILAH SALAH SATU CARA JITU DALAM MEMAHAMI ILMU FIQIH

(Pict Sources : www.arrahmah.com)
Hidup akan bermakna dengan ilmu, dengan pemahaman ibadah yang tepat  dan segala prosedur juga pelaksanaannya Insyaallah akan diterima dan mendapat ridha-Nya.

       Semarang,(17/4)-Pembinaan rutin setiap bulan, pada bulan April ini. Pembinaan rutin ini disambut suka oleh etoser karena bisa berkumpul bersama menuntut ilmu dalam jalan untuk berjihad. Pembinaan kali ini bertemakan "Fiqih" yang diisi oleh Ustadz Genry yang merupakan ketua Korp Da'i Dompet Duafa.

Fiqih merupakan pemahaman agama. Rasulullah bersabda:

"Hendaknya orang mu'min tak semuanya berperang tapi juga mengutamakan untuk belajar lebih memahami agama Islam."

         Islam berbicara mengenai kepercayaan pada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari kiamat, dan takdir Allah. Agama (din), meliputi:
1. Islam, memuat tentang syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Islam memiliki syariah yang mengajarkan muslim untuk menahami agama (fiqih), karena islam adalah agama yang sangat vital dalam segi prosedur ibadahnya.
2. Iman, memuat tentang kepercayaan pada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari kiamat, dan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Iman mengajarkan tentang dasar ibadah yangyan membutuhkan aqidah (kepercayaan) dalam penerapannya.
3. Ihsan, merupakan saat dimana kita merasa melihat dan dilihat oleh Allah sehingga menjadi bersungguh-sungguh dalam beribadah dan taat kepada-Nya. Pada saat ihsan seperti ini, seorang muslim akan lebih baik dalam sikap ibadah mereka.


         Dalam penerapan hukum Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan Al-Hadits pun seringkali menimbulkan pro dan kontra karena adanya pemahaman majemuk bahkan ekstrim yang tak jarang menimbulkan konflik intern dalam Islam sendiri. Untuk itu kita harus lebih selektif dan fleksibel dalam menghadapi problematika serta hukum dalam beragama, karena pada dasarnya Islam sendiri merupakan agama yang dinamis. Ilmu hukum Islam merupakan aplikasi syari'ah dalam konteks kini dan disini, yang sangat berhubungan dengan tempat dan waktu dimana hukum itu berlaku. Allah berfirman:

"Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti perkataan yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal."

#EtosSemarang
#PEMUDAKontributif
#MembangunDiriMembangunBangsa

Author : Ika Shintya Penerima Manfaat Beastudi Etos 2015, Semarang
Share on Google Plus

About Etos Semarang

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment