WUJUDKAN MIMPIMU , YAKIN MAMPU !!!


(Nur Inayah: Center Tengah beserta Keluarga, dan Etoser Semarang 2014)

Lingkungan yang menjadi tempat tinggalku adalah lingkungan yang penuh dengan kesederhanaan tanpa adanya barang mewah yang dimiliki. Ayah yang bekerja buruh tani dan Ibu hanya seorang Ibu Rumah tangga. Suasana keluarga yang begitu hangat meski rumah kami berlantai tanah, papan kayu sebagai pelindung istana kami dari panas ketika di siang hari, dingin ketika malam hari, dan juga tempat berteduh ketika hujan datang. Makan dan berpakaian seadanya tanpa meminta yang lebih, itulah yang diajarkan oleh orangtua. Nilai keikhlasan dann  terima apa adanya adalah nilai yang selalu ditanamkan oleh ayah kepada anak-anaknya. 

      Tidak ada biaya bukan berarti pendidikan harus dilepaskan. Haruskah putus ditengah jalan ketika tidak ada biaya untuk melanjutkan ke bangku perkuliahan. Orangtua, semua keluarga, dan para tetangga memberikan sugesti yang tidak enak untuk didengarkan dan masuk lalu tersimpan kedalam otakku. Ya, mereka peduli tentang masa depanku, tapi tanpa mereka sadari bahwa kepedulian yang telah mereka lakukan mampu menjatuhkan mental seorang pemimpi. Mereka semua tidak ada yang mendukung untuk perencanaan hidupku yang ingin melanjutkan ke bangku kuliah. Aku hanya terdiam dan meng iyakan setiap perkataan mereka. Setelah SMA, yang lebih ku butuhkan adalah dukungan dan doa kalian Ayah, Ibu dan kakakku satu-satunya.

     Mengapa kalian melarang seorang anak yang sedang ingin memperjuangkan mimpinya yang hendak ingin dia wujudkan. Tekatku sudah berubah menjadi bubur. Sudah matang karena melalui tahap pemasakan yang sempurna. Begitu pula tekatku yang sangat yakin dan kuat untuk melanjutkan untuk kuliah. Meskipun keluarga tidak merestui untuk melanjutkan kuliah, tapi ku mencoba untuk berjalan di jalanku sendiri. Berjalan tanpa restu dari orangtua adalah tindakan yang tidak terlalu buruk untuk dijalani. Karena aku yakin dengan jalanku ini, kelak aku akan dapatkan kehidupan yang lebih baik dan lebih-lebih baik.

       Kesuksesanku bisa masuk ini yaitu adanya sosok guru SMA yang luar biasa dengan segenap doa dan motivasi yang beliau berikan, agar murid-muridnya bisa sukses melalui kuliah di PTN/PTS. Hidup untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya. Di Etos Semarang ini, secara materi aku belum bisa berbagi. Setelah bergabung dengan Desa Produktif Etos Semarang kita diajarkan untuk berbagi apa saja yang kita miliki, meskipun itu bukan dalam bentuk materi.

Author : Nur Inayah
             Penerima Manfaat Beastudi Etos Angkatan 2014, Semarang
Share on Google Plus

About Etos Semarang

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment